Mengenal Lebih Dekat Perusahaan-Perusahaan dari Ekosistem DSSA

Mengenal Lebih Dekat Perusahaan-Perusahaan dari Ekosistem DSSA

Ledakan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah peta bisnis PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Salah satu pilar usaha Sinar Mas ini mulai memperluas bisnis ke infrastruktur digital, dari pusat data (data center), telekomunikasi hingga pengembangan ekosistem AI.

Sebagai bagian dari ekosistem Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menghadirkan portofolio bisnis yang terdiversifikasi, mulai dari energi, infrastruktur digital, teknologi, hingga bahan kimia. Melalui berbagai perusahaan di bawah naungannya, DSSA terus mendorong inovasi, memperkuat konektivitas, dan menciptakan nilai jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan Indonesia.

DSSA saat ini sedang membangun fondasi bisnis digitalnya, termasuk ekosistem AI yang mengintegrasikan energi terbarukan, pusat data berskala hyperscale, serta konektivitas digital. Mengutip KataData, Presiden Direktur DSSA, Lay Krisnan Cahya menuturkan, pertumbuhan ekonomi digital, penetrasi internet dan percepatan transformasi digital mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang semakin terintegrasi. Menurutnya, keunggulan perusahaan tidak lagi ditentukan oleh satu layanan, melainkan kemampuan menghadirkan ekosistem digital secara menyeluruh, mulai dari konektivitas hingga layanan berbasis teknologi.

“Melalui investasi pada energi rendah karbon, konektivitas digital, pusat data, komputasi berbasis AI, dan teknologi masa depan lainnya, DSSA berkomitmen memperkuat daya saing sekaligus mendukung transformasi digital dan transisi energi di Indonesia,” ujarnya. Strategi diversifikasi tersebut mulai tercermin pada kinerja segmen digital perseroan.

Sebagai contoh, merger PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia) dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menjadi entitas baru bernama PT Ekamas Mora Republik (MoraRepublic) kini mengoperasikan jaringan serat optik lebih dari 166 ribu km, menjangkau sekitar 12,7 juta homepass, serta melayani lebih dari dua juta pelanggan ritel dan lebih dari 17 ribu pelanggan bisnis.

Di sisi pusat data, DSSA melalui PT SMPlus Digital Investama (SM+) mempercepat pengembangan fasilitas yang dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi AI. Setelah menyelesaikan tahap topping off pusat data SMX01 di Jakarta pada Mei 2026, perseroan menargetkan fasilitas berstandar Tier IV dengan kapasitas lebih dari 18 megawatt itu mulai beroperasi pada kuartal keempat 2026.

Selain itu, SM+ juga mengembangkan 25 edge data center untuk mendukung komputasi berlatensi rendah yang dibutuhkan sektor telekomunikasi, bisnis hingga aplikasi AI. Ekosistem tersebut diperkuat melalui pembentukan PT Brilian Teknologi Sejahtera, perusahaan patungan DSSA dengan perusahaan teknologi asal Cina, iFLYTEK. Kerja sama itu difokuskan pada pengembangan solusi machine learning dan AI bagi berbagai sektor industri.

Mari mengenal lebih dekat perusahaan-perusahaan yang menjadi bagian dari ekosistem DSSA melalui postingan di bawah ini.


Sumber: Sinar Mas Blog